Indonesian Culture Assigment : Development of Indonesian Culture in Education Sector
Name:
· Nikita Wahyu (21.03.52.0005)
· Yogatama Mulyo (21.03.52.0006)
· Faiza Nasywa (21.03.52.0007)
Subject: Indonesia Culture
A. Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Ada 2 kurikulum yang akan dibahas dalam presentasi ini, yaitu Kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.
1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau Kurikulum 2006 adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP 2006 setidalnya memiliki karakteristik sebagai berikut:
· Berbasis kompetensi dasar.
· Bertumpu pada pembentukan kemampuan yang dibutuhkan oleh siswa, bukan penerusan materi pelajaran.
· Berpendekatan atau berpusat pembelajaran, bukan pengajaran.
· Berpendekatan terpaddu integratif, bukan diskrit.
· Bersifat diversifikatif, pluralistis dan multikultural.
· Bermuatan empat plar pendidikan kesenjangan, yaitu belajar memahami, nbelajar berkarya, belajar menjadi diri sendiri, dan belajar hidup bersama.
· Berwawasan dan bermuatan manajemen berbasis sekolah.
2. Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap yang diterapkan pemerintah untuk mengantikan kurikulum 2006. Kurikulum 2013 memiliki karakteristik sebagai berikut:
· Mewujudkan pendidikan berkarakter.
sebenarnya hal ini merupakan karakter dan ciri pokok dari Kurikulum sebelumnya. Dimana para siswa dituntut untuk bagaimana mencetak peserta didik agar memiliki budi pekerti yang baik, karakter yang baik dan bermoral.
· Menciptakan pendidikan berwawasan lokal.
Wawasan lokal merupakan hal yang penting bagi para peserta didik. Karena itulah yang mendorong bagaimana agar penerapan budaya lokal bisa dilakukan saat pembelajaran berlangsung.
· Menciptakan pendidikan yang ceria dan bersahabat.
Pada dasarnya pendidikan merupakan tempat untuk menggali potensi diri peserta didik baik dalam akademik atau non akademik. Sehingga saat diterapkan pendidikan akan menjadi lebih menyenangkan, bersahabat, menarik, dan berkompeten.
3. Perbedaan Antara Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.
Di Kurikulum 2006, rencana pembelajaran dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan yang berdasarkan rencana pembelajaran nasional dan BK lebih pada menyelesaikan masalah. Sedangkan dalam Kurikulum 2013, rencana pembelajaran yang digunakan berasal dari rencana pembelajaran pusat dan BK lebih masuk kedalam mata pelajaran tambahan. Sehingga seluruh sekolah di Indonesia menggunakan rencana pembelajaran yang sama.
4. Proses perubahan Kurikulum 2006 menuju Kurikulum 2013.
Pada awalnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis di amanatkan di Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintahan Republik Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan. Namun para siswa yang menjalani sistem tersebut merasa bahwa kurikulum ini sangat membebankan mereka di karenakan terlalu banyak materi yang di ajarkan. Maka dari itu pemerintah mengganti kurikulum 2006 dengan kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013. Perbedaan ini pun dirasakan oleh para siswa yaitu para siswa merasa kurikulum 2013 ini lebih ringan dari kurikulum sebelumnya. Karena di kurikulum 2013 lebih menitikberatkan pada proses tanya jawab dimana para siswa tidak perlu memikir materi pelajaran yang terlalu banyak yang disampaikan oleh bapak atau ibu guru dan siswa menjadi lebih aktif karena lebih banyak terjadi diskusi antara teman-teman sekelas dan guru melalui sesi tanya jawab.
Komentar
Posting Komentar