Perbandingan dari 2 Budaya yang berbeda
Bali (Pulau Bali) Dan Aceh (Pulau Sumatra)
Mata Pencaharian
Masyarakat Aceh mempunyai mata Pencaharian sebagai Petani Dan pelaut. Tetapi yang paling dominan adalah Petani, jika dilihat dari letak geografis nya, perkebunan dan lahan untuk bertani memang lebih luas daripada pesisir pantai untuk mencari ikan. Para penduduk yang bermukim didekat pantai lah yang bermatapencaharian sebagai pelaut atau nelayan. Sedangkan, Masyarakat Bali mempunyai mata Pencaharian sebagai Petani, Peternak, dan Sektor pariwisata. Matapencaharian mereka Yang utama adalah Petani. Karena geografis mereka berupa pegunungan Dan pantai. Namun, jika di daerah perkotaan Dan pantai disana adalah Sektor pariwisata. Karena Bali mempunyai banyak sekali turis dari negara lain Dan biasanya lebih ditekankan ke Seni Dan Budaya mereka. Seperti Seni Tari, Seni lukisan, dll. Tidak hanya itu, mereka juga memanfaatkan wisata Pantai mereka untuk dinikmati para turis asing.
Bentuk Desa
Secara umum, bentuk desa di daerah Aceh termasuk daerah agraris. Nuansa pedesaan alam masih sangat bisa dirasakan karena jauh dari polusi udara kecuali di daerah pusat Aceh nya. Sedangkan Bentuk Desa di Bali terutama didasarkan atas kesatuan tempat. Disamping kesatuan wilayah maka sebuah desa merupakan pula suatu kesatuan keagamaan yang ditentukan oleh suatu kompleks pura desa yang disebut Kahyangan Tiga ialah Pura Puseh, Pura Bale Agung dan Pura Dalem Ada kalanya Pura Puseh dan Pura Bale Agung dijadikan satu dan disebut Pura Desa.
Sistem kemasyarakatan
Dalam masyarakat Aceh ada beberapa aturan yang mengatur hubungan antara anak dengan orang tua, suami-istri, menantu-mertua. Misalnya saja dalam dengan remaja putri, seorang ibu/ayah malu apabila anak perempuannya berpakaian kurang pantas sehingga dia dianggap tidak mengetahui adat-istiadat. Dalam kontak fisik, adanya sentuhan fisik antara anak dan orang tua dianggap kurang pantas. Kalau hal itu dilakukan didepan umum dapat menjatuhkan martabat orang tua di mata anaknya sendiri. Sedangkan Di Bali, ada beberapa golongan kemasyarakatan dan mempunyai peran masing
1.Banjar
Merupakan bentuk kesatuan-kesatuan sosial yang didasarkan atas kesatuan wilayah. Kesatuan sosial itu diperkuat oleh kesatuan adat dan upacara-upacara keagaman yang keramat. Didaerah pegunungan, sifat keanggotaan banjar hanya terbatas pada orang yang lahir di wilayah banjar tersebut.
2. Subak
Subak di Bali seolah-olah lepas dari dari Banjar dan mempunyai kepala sendiri. Orang yang menjadi warga subak tidak semuanya sama dengan orang yang menjadi anggota banjar. Warga subak adalah pemilik atau para penggarap sawah yang yang menerima air irigasinya dari dari bendungan-bendungan yang diurus oleh suatu subak.
3. Sekaha
Dalam kehidupan kemasyarakatan desa di Bali, ada organisasi-organisasi yang bergerak dalam lapangan kehidupan yang khusus, ialah sekaha. Organisasi ini bersifat turun-temurun, tapi ada pula yang bersifat sementara. Ada sekaha yang fungsinya adalah menyelenggarakan hal-hal atau upacara-upacara yang berkenan dengan desa, misalnya sekaha baris (perkumpulan tari baris), sekaha teruna-teruni. Sekaha tersebut sifatnya permanen, tapi ada juga sekaha yang sifatnya sementara, yaitu sekaha yang didirikan berdasarkan atas suatu kebutuhan tertentu, misalnya sekaha memula (perkumpulan menanam), sekaha manyi (perkumpulan menuai), sekaha gong (perkumpulan gamelan) dan lain-lain.
4. Gotong Royong
Dalam kehidupan berkomuniti dalam masyarakat Bali dikenal sistem gotong royong (nguopin) yang meliputi lapangan-lapangan aktivitet di sawah (seperti menenem, menyiangi, panen dan sebagainya), sekitar rumah tangga (memperbaiki atap rumah, dinding rumah, menggali sumur dan sebagainaya), dalam perayaan-perayaan atau upacara-upacara yang diadakan oleh suatu keluarga, atau dalam peristiwa kecelakaan dan kematian.
Sistem keagamaan
Masyarakat Kota Banda Aceh mayoritas pemeluk agama Islam, bahkan Islam di Aceh sangat kuat hingga disebut sebagai kota serambi mekah. Namun di kota ini juga berkembang agama lainnya, seperti Kristen, Hindu, Budha dan lainnya yang hidup berdampingan dengan umat Muslim. Sedangkan di Bali, Penduduk daerah Bali sebagian besar memeluk agama Hindu, sedangkan yang lainnya merupakan pemeluk agama Islam, Buddha, Katolik, dan Kristen Protestan. Sekalipun demikian, suasana kehidupan beragama di Pulau Dewata ini sangat rukun dan harmonis. Sebelum memeluk agama Hindu, masyarakat Bali memeluk kepercayaan animisme seperti halnya masyarakat Bali Aga. Agama Hindu yang dianut masyarakat Bali berbeda dengan agama Hindu yang berasal dari India sebagai pusat agama Hindu. Budaya Hindu Bali yang mereka anut merupakan perpaduan antara agama Hindu yang datang dari India, Buddha, dan kepercayaan Bali kuno. Orang Bali memeluk agama Hindu sebagai akibat adanya proses akulturasi dengan pelarian-pelarian dari Kerajaan Majapahit yang beragama Hindu.
Sistem Kekerabatan
Bagi masyarakat Aceh, perkawinan adalah suatu keharusan yang ditetapkan oleh agama Islam. Karena itu setiap orang pria maupun wanita yang telah dewasa diwajibkan mencari dan mendapatkan jodohnya.
A. Dalam mencari dan menetapkan jodoh membutuhkan syarat-syarat, antara lain :
B. Mencari jodoh itu adalah pihak orang tua masing-masing.
Pemilihan jodoh berdasarkan keturunan dan fungsi sosial dari keluarga si gadis dan pria (sedapat mungkin seimbang segalanya).
Setelah utusan pihak si pria (seulangke) diterima, selanjutnya diadakan pertunangan dengan pemberian tanda ikatan atau yang disebut kongnarit, yang biasanya berupa emas dan diberikan kepada pihak wanita.
Di Bali, Masyarakat Bali menganut sistem kekerabatan patrilineal. Dalam sistem ini, anak yang lahir dari perkawinan akan mengikuti garis keturunan bapak. proses melamar dilakukan oleh pihak laki-laki pada pihak perempuan. Setelah menikah, pihak isteri akan mengikuti kedudukan dan kediaman suami.
Komentar
Posting Komentar